Evaluasi Smart City Tahap 1 2023, Prevab Mentoko dan Kawasan Bukit Pelangi Masuk Dimensi Smart City di Kutim

oleh -67 Dilihat

SURABAYA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang tergabung dalam program Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smart City) mengikuti evaluasi tahap I implementasi program tersebut untuk menindaklanjuti progress hasil rekomendasi dari tim asesor kepada 191 Kabupaten/Kota yang terpilih pada periode 2017-2022. Kegiatan ini juga dirangkai dengan seminar yang bertajuk “Mencerdaskan Kota dan Kabupaten Untuk Indonesia Cerdas,”, senin (12/6/2023) di Hotel Shangri La Surabaya.

Dalam paparannya Kepala Dinas Kominfo Staper Kutim Ery Mulyadi dihadapan tim asesor yang terdiri dari Kementrian Kominfo, Kemenpan RB, Bapenas, Kementrian Keuangan, praktisi dibidang Smart City dan perwakilan dari akademisi menyampaikan progress atau pelaksanaan program Smart City yang telah dilaksanakan Pemkab Kutim.

Ery menjelaskan pelaksanaan program mengacu pada masterplan Smart City yang telah disusun berdasarkan RPJMD 2021-2026, dari enam dimensi Smart City , pihaknya melakukan penyesuaian yang telah ditetapkan melalui masterplan tersebut.

“Pada 2021 kita (Pemkab Kutim) telah menerima penghargaan pada dimensi Smart Branding dengan mengangkat lebah madu kelulut. Untuk 2022-2026 kita mengangkat Prevab Mentoko,” ujar Ery didampingi oleh Kalak BPBD Kutim M Idris Syam, Sekretaris Bapenda Imanuel Eng, Kabag kerjasama Ardiyanto Indra Purnomo dan Kabid TI Diskominfo Staper Kutim Sulisman.

Prevab Mentoko ini, lanjut Ery, merupakan pusat penelitian Orang Utan dan salah satu wisata ekologi yang ada di Kutim serta bisa juga untuk edukasi dan penelitian.

“Kita juga mengangkat pada dimensi Smart Living, Integrited Garden yaitu Kawasan Bukit Pelangi. Hal ini karena selain pusat perkantoran tetapi didalam kawasan tersebut ada aktivitas UKM, fasilitas taman, arena bermain, pemukiman dan tempat ibadah,’ papar Ery.

Di Kawasan Bukit Pelangi ini, sambung ia, ada 12 taman, salah satunya taman botani yang memiliki koleksi tanaman dan fauna endemik Kutim. Taman botani tersebut juga dilakukan untuk penelitian dan saat ini dalam proses untuk ditetapkan menjadi kebun raya.

“Di kawasan taman tersebut sudah dipasangkan fasilitas free wifi atau internet gratis kepada masyarakat,” bebernya.

Ery menambahkan, di kawasan Bukit Pelangi ini juga dalam proses pembangunan ikon tambang berupa truk raksasa Liebherr T282 seberat 237 ton. Truk raksasa tersebut sudah berdiri namun belum dibuka karena masih proses penyelesaian kelengkapan sarana prasarana lainnya.

“Kami juga sudah melakukan tindaklanjut dari rekomendasi tim asesor Smart City pada 2022 yang lalu. Beberapa tindaklanjutnya sudah kami lakukan, salah satunya terkait indeks SPBE dan kita (Kutim) salah satu daerah yang mendapatkan penghargaan pada kategori peningkatan indeks SPBE,

Dirinya mengatakan, perlu diketahui bahwa sebelumnya di 2021 indeks SPBE Kutim hanya 1,03 dengan kategori kurang, namun setelah dilakukan upaya-upaya perbaikan di 2022 dapat menunjukan peningkatan indeks SPBE menjadi 2,79 dengan kategori baik dan Kutim mendapatkan penghargaan indeks peningkatan SPBE yang diserahkan langsung oleh Mentri PAN RB dan Mentri Kordinator Investasi dan Kemaritiman.

“Selama tiga hari ini, selain evaluasi juga dirangkai dengan Forum Smart City.” pungkas Ery. (ADV/G-S02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *