Jimmy, Koperasi Bisa Beruntung Tergantung Aktifitas Pengurusnya

oleh -148 Dilihat
Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur Jimmy, S.T., DETAK KUTIM.COM. (Poto IVN)

DETAK KUTIM.COM. SANGATTA – Anggota DPRD Kutim, Jimmy ST, manyampaikan berkembangnya sebuah koperasi akan sangat tergantung pada aktivitas pengurus dan anggotanya.

Dalam hal ini apabila pengurusnya aktif dan memiliki inovasi terutama dalam berusaha, maka koperasi itu diyakni akan maju. Begitu pula dengan Koperasi Jasa Nuh Jaya Sehati.

Bagi Jimmy, anggota Koperasi Jasa Nuh Jaya Sehati beruntung karena pengurusnya memiliki kapasitas tersebut.

“Dengan kepemimpinan Pak Anwar saya yakin koperasi ini akan maju, beliau ini kan pengalaman di organisasi, dia juga Ketua LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat). Berinteraksi dengan pemerintah itu lumayan cukup tinggi jam terbangnya, jadi tidak diragukan lagi koperasi ini akan lebih maju kedepan,” ucap Jimmy, Senin (31/5/2021)

Selanjutnya Jimmy juga mengatakan Selain kualitas pengurus, dalam anggaran dasar Koperasi Jasa Nuh Jaya Sehati berbagai jenis usaha yang strategis bisa dijadikan obyek atau sasaran pendapatan. Termasuk bidang pemberdayaan UMKM, bidang pertanian dan kelautan.

“Termasuk juga bidang pariwisata masuk dalam anggaran dasar koperasi itu,” tutur kegislator PKS tersebut.

Pasalnya, menurut Jimmy, bidang yang paling strategis diantara jenis usaha koperasi tersebut adalah sektor kelautan dan perikanan, salah satunya distributor atau usaha penjualan ikan. Dia membeberkan prospek dan sasaran usaha di sektor tersebut dari akumulasi jumlah penduduk dengan rata-rata konsumsi ikan perhari.

Kita ketahui, sebagian besar anggota Koperasi Jasa Nuh Jaya Sehati merupakan kelompok-kelompok nelayan yang tersebar diberbagai desa dan kecamatan di Kutim, “Setengah kilo gram saja satu keluarga, betapa ton per hari,” jelasnya.

Kemudian sebagai penasehat Koperasi Jasa Nuh Jaya Sehati, Jimmy juga tak lupa mengingatkan pengurus untuk senantiasa menjaga kekompakan dan kebersamaan. Pun dengan potensi pelanggaran-pelanggaran yang melenceng dari anggaran dasar agar dihindari.

Maka “Namanya penasehat, kalau ada pelanggaran-pelanggaran sebisa mungkin dinasehati dulu, kemudian dibina. Kalau tidak ya dibina apa lagi,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *