Joni, Antisipasi Arus Balik Lebaran Yang Berasal Dari Zona Merah

oleh -48 Dilihat
Joni, Antisipasi Arus Balik Lebaran Yang Berasal Dari Zona Merah
Ketua DPRD Kutim Joni, Usai mengikuti rapat koordinasi (rakor) bersama Pemerintah Kabupaten Kutai timur (Pemkab Kutim) dengan agenda, mendengarkan instruksi Presiden RI kepada kepala daerah seluruh Indonesia via video confrence Di Diskeminfo Perstik Kutim, Senin (17/05/2021).

Sangatta, .comJoni, Antisipasi Arus Balik Lebaran Yang Berasal Dari Zona Merah. Ketua DPRD Kutim Menghadiri acara Pengarahan Presiden RI kepada Kepala Daerah se- Tahun 2021 di ruang Vicon Diskominfo Perstik Kutim secara virtual, Senin (17/5/2021).

Bersama sejumlah pejabat Forkopimda Kutim, mendengarkan arahan Presiden Republik Ir via vicon dari Istana Negara, Jakarta.

Sejumlah Pejabat Forkopimda Kutim yang hadir di Diskominfo Kutim mendengarkan arahan Presiden RI, di antaranya Bupati dan Wakil Bupati Kutim, Kapolres Kutim, Dandim 0909/Sgt, Danlanal Sangatta, Kejari serta Instansi terkait lainya.

Diawali dengan laporan Tito, menginformasikan mengenai dampak pandemi yang dialami sejak 2020 hingga sekarang. Dikatakan, dalam penanganannya, setiap kepala daerah harus mampu menghadapi pandemi tersebut untuk tetap menyelamatkan masyarakat.

Kemudian dilanjutkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai memberikan pidato pengarahannya. Dalam pembukaan pidato, presiden mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri bagi umat muslim dan selamat memperingati hari kenaikan Isa Almasih bagi umat nasrani.

“Adapun arahan yang disampaikan Presiden RI adalah diantaranya terkait penanganan di selama masa Idul Fitri 1442 H dan setelah Idul Fitri.

Kemudian, ia memaparkan mengenai kondisi mudik lebaran yang mendapat perhatian khusus. Disebutkannya, ada 1,5 juta orang mudik selama 6 hingga 17 Mei.

Usai mendengarkan arahan presiden, Ketua DPRD Kutim Mengaku siap menjalankan kebijakan pemerintah tersebut “ apa yang sudah menjadi himbawan Preisiden sudah harus kita ikuti,’ sekarang kita harus tekankan terhadap yang masih zona merah, ungkap joni. Kepada media

Joni, mengimbau antisipasi  dan penjagaan di Kutim harus diperketat mengingat arus balik dari luar Kaltim yang diperkirakan berasal dari wilayah zona merah, tapi yang kita antisipasi sekarang arus balik, kapan kapal dan pesawat ini mulai beroperasi. Apalagi  akan datang ini kebanyakan dari zona merah,” Ungkap Joni.

Ia mengimbau kepada masyarakat Kutim untuk tetap mengutamakan protokol kesehatan. Mengingat warga yang akan masuk ke Kaltim pada arus mudik, diyakini dominan berasal dari zona merah.

“Saya berharap masyarakat Kutim untuk tetap mengutamakan protokol kesehatan, tetap memakai masker, mencuci tangan, dan hindari kerumunan,” tutur Joni. (ADV.VNT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.