Pemkab Kutim Berencana Pusatkan Warga Isoman di SMUN 2 Sangatta Utara

oleh -24 Dilihat
Pemkab Kutim Berencana Pusatkan Warga Isoman di SMUN 2 Sangatta Utara

DETAK KUTIM – Pemkab Kutim berencana pusatkan warga isoman di SMUN 2 Sangatta Utara. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kutai Timur (Kutim) telah lebih dari sepekan, pemerintah dan berbagai stakeholder pun terus melakukan pemantauan dan evaluasi. Terutama dalam menekan laju penyebaran Covid-19 di masyarakat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Awang Ari Jusnanta mengatakankan, Kutim termasuk angka tertinggi kematian pasien Covid-19 sesuai dengan data yang ada. Untuk itu, diharapkan secara bersama agar Covid-19 ini cepat menurun dan berlalu serta keadaan kembali normal.

Tim Satgas Covid 19, kata dia, juga tetap selalu menghimbau masyarakat tetap patuhi dan taati Protokol Kesehatan (Prokes) dengan menerapkan 5M ( Memakai Masker, Mencuci Tangan Dengan Sabun dan Air Mengalir ), Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas ) untuk mencegah, mengurangi dan memutus mata rantai penyebaran Covid 19.

Untuk Petugas Penyekatan, diharapkan, tetap semangat dan selalu menjaga kesehatan serta dalam menghadapi masyarakat di titik penyekatan tetap humanis, sopan santun dan senyum sapa dilapangan dalam menjalankan tugasnya.

Dia menjelaskan, Rapat Evaluasi Kesembilan PPKM Level 4 pada 6 Agustus 2021 dipimpin Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman didampingi Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang, Plh Sekretaris Daerah, Suroto, dan dihadiri oleh Forkopimda dan lainnya membahas berbagai hal terkait upaya mitigasi pandemi tersebut.

Rapat digelar secara langsung (tatap muka) serta beberapa perwakilan perusahaan swasta lainnya mengikutinya secara Virtual.

Dikatakannya, secara garis besar dalam rapat itu, Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur Rumah Sakit Kudungga Sangatta melaporan kejadian terkini mengenai perkembangan Covid-19 dan kendala-kendalanya.

“Jadi, Penyampaian dalam Rapat, Kalau untuk Tabung Oksigen sampai dengan sekarang masih tercukupi tetapi kedepannya perlu ada penambahan kesiapan antisipasi lonjakan pasien Covid 19,” terang Awang.

Kemudian, lanjutnya, untuk penambahan ruangan rawat pasien Covid-19. Disampaikan ke seluruh rumah sakit yang ada untuk menambahkan kapasitas ruangan dengan mengubah 40% ruangan rawat rumah sakit dalam persiapan antisipasi melonjaknya pasien Covid 19.

“Lalu, Tim Satgas menyampaikan agar tempat Isolasi Mandiri (Isoman) dapat terpusatkan untuk memudahkan pemantauan dan perawatan masyarakat Isoman serta mencegah penyebaran baru Covid-19 melalui klaster Isoman karena banyak kasus terjadi Isoman meninggal karena belum maksimal terpantau dan dicek,” tuturnya.

Menurut dia, lokasi pusat isoman direncanakan dan akan disurvei di Asrama SMUN 2 Sangatta Utara. Jika ruangan sekolah tersebut mampu menampung sekitar 240 orang, maka akan mudah dipantau dan melakukan perawatan bagi masyarakat yang Isoman.

“Masyarakat Isoman seharusnya di rumah, bagaimana jika keluar dari rumah dan berbaur dengan masyarakat yang akan menimbulkan klaster dan menimbulkan penyebaran baru Covid-19 sehingga akan dapat tidak terkontrol,” jelas R Irawan.

R Irawan mengatakan, jika masyarakat Isoman telah terpusatkan, Tim Satgas Penanganan Covid-19 juga dapat mudah mengawasi, dicek dan dirawat sesuai dengan Prokes.

“Mengenai makanannya akan disiapkan dan disuplai melalui tim yang mengelola dapur umum (dapur rakyat) yang sudah tersedia serta mengenai perawatan dan obat-obatnya melalui tim medis yang ada,” tuturnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.