Polindes Desa Karangan Dalam Lakukan Imunisasi BIAN

oleh -67 Dilihat

INFO KUTIM, Polindes Desa Karangan Dalam Lakukan Imunisasi BIAN – Kementerian Kesehatan mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022. Upaya ini untuk menggenjot cakupan imunisasi rutin anak yang sempat menurun selama pandemi COVID-19.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, terdapat 1,7 juta anak belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama pandemi COVID-19. Terbanyak di Jawa Barat, disusul Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat dan DKI Jakarta.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, selama pencanangan BIAN diharapkan orang tua segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat atau pos pelayanan imunisasi untuk mendapatkan imunisasi rutin.

Pemberian imunisasi terbukti melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya sehingga anak lebih sehat dan lebih produktif. Tak hanya itu, manfaat dari imunisasi juga jauh lebih besar dibandingkan dampak yang ditimbulkan di masa depan.

Polindes Desa Karangan Dalam Lakukan Imunisasi BIAN

Polindes Desa Karangan Dalam Lakukan Imunisasi BIAN

Desa Karangan Dalam, Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutim, melalui Polindes bekerja sama dengan UPT Puskesmas Karangan melakukan imunisasi BIAN, untuk anak usia 9 sampai 12 tahun.

Karangan Dalam, Riduan melalui Sekretaris Desa, Khairul Mugni mengatakan, kegiatan ini untuk melengkapi imunisasi yang terlewat selama pandemi Covid-19.

“Kegiatan ini di latar belakangi kondisi penurunan cakupan imunisasi rutin selama masa pandemi covid19 yg mengakibatkan kejadian luar biasa/KLB. Sebagai unit pelayanan kesehatan di desa karangan dalam melaksanakan kegiatan Bulan imunisasi anak nasional dengan sasaran anak usia 9 bulan s/d 12 tahun,” tuturnya melalui saluran telepon ke media InfoKutim.com. Rabu, (22/6/2022).

“Kasus penyakit sehingga dapat di cegah dengan Imunisasi, campak dan rubella syndrome (CRS). Serta melengkapi dosis imunisasi folio dan DPT-HB-Hib, yang terlewat,” tambah ia.

Untuk diketahui, BIAN dapat mencegah kesakitan dan kecacatan akibat campak, Rubella, polio, difteri, pertusis (batu Rajan), Hepatitis B, Pneumonia (radang paru) dan meningitis (radang selaput otak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.