Rayhan Bocah 3 Tahun Pengidap Penyakit Hidrospalus Epilepsi, Butuh Uluran Tangan Semua Pihak

oleh -18 Dilihat

Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/kute4425/public_html/detakkutim.com/wp-content/themes/majalahpro/template-parts/content-single.php on line 85

DETAK KUTIM, SANGATTA – Sungguh memprihatinkan Rayhan Firmansyah, bocah 3 tahun dari Kutai Timur (Kutim) mengidap penyakit Hidrospalus Epilepsi . Hidrospalus Epilepsi adalah penumpukan cairan di rongga otak, sehingga meningkatkan tekanan pada otak. Pada bayi dan anak-anak, hidrosefalus membuat ukuran kepala membesar.

Mendengar kondisi Rayhan, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupten yang dipimpin Rona Katili (Ketua LPA), bersama anggota pengurus LPA lainnya, mengunjungi kediaman Rayhan, di Jalan Kalimutu Gang Anggrek, RT 55 Dusun Singa Karta, Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Minggu (3/10/20210) malam.

Kepada LPA Kutim, Ririn (38) ibu angkat dari Rayhan Firmansyah menjelaskan, anaknya itu menderita penyakitnya sejak usia 7 bulan. Kemudian usia 9 bulan di bawa ke RSUD Wahab Syahrani Samarinda. Menurut dokter yang menangani harus segera dioperasi. Operasi pun dilakukan pada 27 Juli 2020 lalu, namun sayang keadaan Rayhan belum pulih sepenuhnya.

“Penyakit yang diderita Rayhan, mengganggu tumbuh kembangnya. Sehingga tidak bisa tumbuh seperti anak-anak pada umum. Rayhan hanya terbaring, tidak bisa duduk dan berdiri,” ungkap Ririn.

Meski bukan anak kandung, Ririn dan suami Dikky Eka Prastya, sudah menganggap Rayhan anak kandung mereka sendiri. Mereka senang bisa memelihara Rayhan, walau hanya bermodalkan memelihara burung sebagai mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Dari cerita Ririn, Rayhan sebelumnya dititipkan orang yang tidak dikenal, ketika sedang berobat di RSUD Kudungga Sangatta. Namun, setelah dititipkan orang tua Rayhan tak kunjung kembali.

“Waktu itu saya hanya dititip sebentar oleh orang tuanya Rayhan. Katanya mau mencari angin sebentar. Namun tidak kembali-kembali sampai sekarang. Kami berharap orang tua kandung Rayhan dapat tergugah hati, sebab dia (Rayhan) sangat membutuhkan sentuhan kasih sayang dari orang tua kandungnya,” ucap Ririn.

Melihat kondisi yang memprihatinkan dan Rayhan juga masih perlu dioperasi lagi. Saat ini, Rayhan sedang dalam perjalanan ke RSUD AW Syahrani Samarinda, untuk melakukan operasi kedua.

Ketua LPA Rona Katili berharap uluran tangan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan, baik Pemerintah, para dermawan dan masyakat Kutim, untuk bisa meringan beban orang tua Rayhan selama pengobatan di RSUD AW Syahrani Samarinda.

“Bagi masyarakat Kutim dan Pemerintah (Dinsos) sangat diharapkan bantuannya. Bagi yang tergerak hati dan ingin memberikan bantuannya dapat mentransfer ke nomor rekening BRI 0563-01-013226-53-6 atas nama Ririn Y.S dan nomor handphone 0852 4699 8889,” ungkap Rona.

Lebih lanjut Rona mengatakan, LPA Kutim saat menjenguk Rayha, langsung berkoordinasi dengan Baznas Kutim menanyakan apa persyaratannya untuk bisa mendapatkan bantuan biaya pengobatan Rayhan.

“Nanti pihak LPA yang akan membantu membuat proposalnya untuk diajukn ke BAZNAS dan Dinas Sosial,”tutup Rona (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.