Anggota DPRD Kutim Novel Harapkan Adanya Keterbukaan Penggunaan Anggaran Penanganan Covid-19 di Kutim

oleh -152 Dilihat
Anggota DPRD Kutim Novel Harapkan Adanya Keterbukaan Penggunaan Anggaran Penanganan Covid-19 di Kutim
Anggota DPRD Kutim, Novel Tyty Paembonan, saat ditemui Usai gelar rapat Paripurna ke 22, Pada Senin (05/07/2021).DETAK KUTIM.COM. (Poto.ADV.IVN)

DETAK KUTIM.COM. SANGATTA – Anggota DPRD Kutim, Novel Tyty Paembonan mengingatkan pemerintah kabupaten tetap terbuka dalam hal penggunaan anggaran penanganan Covid-19 agar masyarakat juga bisa turut mengawasi.

Novel mengatakan “Selain agar sesuai aturan, keterbukaan ini penting agar masyarakat dan semua pihak bisa ikut mengawasi dan memberi masukan supaya semua yang dijalankan tepat sasaran, khususnya terkait bantuan sosial,”Saat ditemui Usai gelar rapat Paripurna ke 22, Pada senin (05/07/2021).

Dalam hal ini diharapkan semua sepakat bahwa penanganan Covid-19 harus menjadi prioritas karena hingga kini pandemi virus mematikan itu masih terjadi dan mengancam keselamatan masyarakat. Ujar Novel

Karena, masyarakat berharap keterbukaan pemerintah daerah dalam program-program penanganan yang dijalankan, seperti terkait bantuan sosial bagi warga yang terdampak, penggunaan anggaran dan lainnya.

Ia juga menyampaikan Keterbukaan itu penting agar masyarakat tidak berprasangka negatif, apalagi fakta di lapangan sempat terjadi permasalahan terkait penyaluran bantuan sosial akibat tidak akuratnya data penerima bantuan.

Apabula ada permasalahan kiranya, pemerintah daerah juga harus terbuka sehingga masyarakat tidak berpikiran negatif. Ini juga mencegah munculnya fitnah di masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah dalam penanganan Covid-19. terangnya.

“Kalau terbuka, semua menjadi lebih bagus. Kami di DPRD kabupaten Kutai timur  juga akan lebih mudah untuk memberi masukan jika ada kendala yang dihadapi dalam penanganan Covid-19, Itu saja sebenarnya tujuannya, tidak ada maksud lain,” ungkap Novel Pada media online Detak Kutim.com.

Kemudian Novel menyampaikan, hingga saat ini laporan terperinci terkait milyaran rupiah penggunaan dana Covid-19 juga belum disampaikan kepada DPRD Kutim. Sehingga anggota dewan belum secara pasti mengetahui kegiatan yang telah dilakukan oleh tim Satgas Covid-19.

Dirinya juga membenarkan akan adanya kenaikan kembali secara signifikan pasien Covid-19 di Kutim yang langsung menjadi atensi dari para wakil rakyat. Imbuhnya.

Maka “Karena itulah kami mau memanggil tim satgas Covid-19, pastinya harus ada penjelasan yang realistis dan juga ada pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran yang dilakukan,” jelasnya

Novel menambahkan, pemerintah tidak perlu khawatir dengan keterbukaan tersebut. Tidak ada niatan DPRD maupun pihak lain untuk mencari-cari kesalahan. Justru, keterbukaan tersebut sebagai upaya agar semua pihak bisa ikut membantu jika ada kendala yang dihadapi.

Dalam hal ini Novel juga mengingatkan, kiranya  jangan sampai ada siapapun yang menyelewengkan anggaran penanganan Covid-19, apalagi ini untuk urusan kemanusiaan ini harus dipergunakan sesuai dengan kenyataannya.“Jika ada yang melanggar aturan maka sanksi secara hukum sudah jelas dan tegas,”tutupnya.(ADV.IVN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *