Kukuhkan 3 DPC Perhiptani, Kasmidi Sebut Pertanian Salah Satu Tumpuan Perekonomian

oleh -97 Dilihat

KONGBENG – Sebanyak 72 anggota pengurus Dewan Pimpinan Cabang Penyuluh Pertanian Indonesia (DPC Perhiptani) periode 2021-2026 dikukuhkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah Penyuluh Pertanian Indonesia (DPD Perhiptani) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Kasmidi Bulang, Rabu(11/01/2023).

Pengukuhan pengurus DPC dari tiga Kecamatan masing-masing Kongbeng, Muara Wahau serta Telen ini berlangsung di Gedung Olahraga Desa Makmur Jaya Kecamatan Kongbeng.

Hadir dalam momen spesial ini sejumlah anggota DPRD Kutim dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3, Camat, Kepala Desa, Kepala UPT P4 serta ratusan masyarakat yang tampak khidmat mengikuti jalannya acara.

Usai pengukuhan, Kasmidi dalam kesempatan itu mengaku, walau Perhiptani Kutim masih tergolong organisasi baru di Kabupaten dengan 18 Kecamatan ini, namun tidak dipungkiri banyak kegiatan dan program yang sudah dilaksanakan untuk terus bergerak membantu para petani yang ada.

“Saya ucapkan terimakasih kepada teman-teman dilapangan yang sudah bekerja keras mendampingi para petani kita ” ujar Kasmidi yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Kutim ini.

Selain itu, dirinya juga merasa bangga sebab sektor pertanian saat ini menjadi salah satu tumpuan perekonomian yang masih menjadi primadona setelah sektor pertambangan bagi masyarakat khususnya para petani Sawit yang tersebar diberbagai wilayah di Kutim.

“Saya sering mendapatkan laporan dari berbagai kelompok tani, mereka mengucapkan terimakasih karena saat ini PPL kita sangat aktif membantu, kita sangat apresiasi ,” ucap Kasmidi bangga.

Sebelumnya Sekertaris Perhiptani Kutim Abd Gani Sukkara mengatakan pengukuhan DPC dari tiga Kecamatan masa bakti 2021-2026 berdasarkan surat keputusan DPD Perhiptani kabupaten nomor 19/22/26/SK/DPD-PERHIPTANI/II/2022.

Adapun jumlah keseluruhan sebanyak 72 orang atau 24 orang di masing-masing kecamatan,”ujarnya,” (G-S08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *