Pemkab Kutim Teken Kesepakatan Dengan PT Comtelindo

oleh -25 Dilihat
Pemkab Kutim Teken Kesepakatan Dengan PT Comtelindo

SANGATTA, DETAK KUTIM Pemkab teken kesepakatan dengan PT Comtelindo. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melakukan penandatangan kesepakatan bersama tentang jaringan terintegrasi dan mitra smart city dengan PT. Comtelindo Penandatanganan dilaksanakan oleh Bupati H. di ruang Tempudau Kantor Bupati. Senin (18/10/2021)

Kerjasama ini dilaksanakan untuk mewujudkan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam rangka meningkatkan pelayanan publik di Kutim. Adapun ruang lingkup kesepakatan ini adalah jaringan internet desa terintegrasi, penyediaan internet gratis di beberapa area publik desa.

Dalam sambutannya Bupati H. menyampaikan kesepakatan ini menjadi dasar untuk menindaklanjuti program unggulan Kutim Merdeka Sinyal, dalam konsepnya pemerintahan ASKB berkeinginan seluruh desa di Kutim tidak ada lagi blank spot.

“Dengan kondisi area yang begitu luas menjadi tantangan tersendiri untuk infrastruktur yang akan kita laksanakan di Kutim. Oleh karena itu Kita membutuhkan teknologi yang mempermudah masyarakat untuk mendapatkan sarana terkait teknologi informasi,” ujar Ardiansyah.

Ditambahknanya Pemerintah Daerah di tuntut untuk menjadikan Daerahnya masuk dalam konsep smart city dan dituntut untuk mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat yang tergantung pada teknologi informasi terkait dengan dunia pendidikan bahkan bermanfaat untuk hal lainnya.

“Meskipun nanti kita sudah terbebas dari pandemi Covid-19, tapi Saya yakin teknologi ini akan selalu bermanfaat, karena informasi teknologi ini dapat mempermudah segala pekerjaan termasuk mempermudah catatan-catatan kependudukan,” ungkap ia

“Semoga ini menjadi tonggak dasar untuk kita menjadikan sebagai smart city yang menjadikan pekerjaan berbasis teknologi informasi,” harap Ardiansyah.

Sementara itu seusai penandatangan kesepakatan, Kadis Kominfo Ery Mulyadi menyampaikan berdasarkan data dari 139 desa di ada 37 desa yang blankspot, dengan kerjasama ini ada 67 spot yang akan dikerjakan.

“Dari 67 spot ini, ada 13 Desa yang akan dimasuki, sehingga diharapkan dari sisa 24 Desa yang masih tersebut di tahun 2022 sesuai target Pak Bupati tidak ada lagi yang blankspot,” ujar Ery. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.